My Blog List

Tuesday, 24 October 2017

Etika


Hargai orang lain seperti kamu ingin dihargai. Sopan santaun adalah hal yang sangat penting. Karenanya harus dibiasakan dari kecil. Bahkan dalam agama Islam yang yang pertama diajarkan pada anak adalah mengenai akhlak. Karena sesuatu yang biasa dilakukan akan menjadi kebiasaan dan bahkan menjadi karakter seseorang.

Kebiasaan juga dapat berakibat pada lingkungan dan alam. Seperti kebiasaan membuang sanpah pada tempatnya. Meskipun sampah terkecil sekalipun. Dan ini juga menjadikan seseorang terbiasa menyukai hal yang bersih atau menyukai hal yang yang sebaliknya yaitu kotor.

Selalu menghargai lawan bicara juga merupakan hal yang harus dibiasakan. Karena nya akan membuat seseorang itu menjadi menyenangkan dan dapat di terima dimanapun. Contoh saja, jika kita sedang berbicara dengan seseorang, lalu ada orang lain yang tiba-tiba datang mengajak berbicara maka yang tadi sedang berbicara salah satunya jika ingin menjawab pertanyaan pihak ketiga tersebut harus meminta ijin terlebih dahulu pada lawan bicaranya. Hal seperti ini terlihat sepele, namun ini adalah dasar dari sikap seseorang yang bisa menghargai orang lain.

Sopan santun adalah akhlak, juga dapat dikatakan etika. Tak ada satu orang pun yang tidak menyukai melihat orang yang memiliki etika yang baik. Bahkan banyak orang yang kurang menyukai kebalikan dari nya seperti egois. Seseorang yang egois terkadang lebih banyak merugikan sekitarnya, bahkan orang banyak. Dan dampaknya juga tidak baik terhadap dirinya sendiri.

Jadi, berahlak lah yang baik dengan menerapkan etika atau sopan santun dengan acuan perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

 

#30DayWritingChallange #jilid9 #Squad1 #Day14

Monday, 23 October 2017

Medali

Medali adalah sebuah bonus, kerja keras adalah usaha yang akan membuat seseorang berkarakter. Itu adalah hal yang ku tanamkan pada si sulung anak kesayanganku. Semua hal ingin dicobanya. Tapi yang paling menarik hatinya adalah matematika. Dan tak dapat dipungkiri buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya, karena demikiannya halnya aku yang menyukai matematika.

Ia sangat gemar membaca, karena aku membiasakannya seperti itu. Di rumah aku tak memberi ijin menonton televisi kecuali di akhir pekan saja. Itu pun hanya sekitar 2 jam saja. Aku lebih mengarahkan anakku untuk membaca , menggambar atau bermain dari pada hanya berdiam diri di depan gadget ataupun televisi. Ini kuterapkan dari mereka lahir hingga sekarang. Sehingga mereka pun terbiasa berkreativitas dengan apa yang ada di sekitarnya. 

Aku terbiasa menemani mereka belajar. Karena buat ku ilmu pertama yang mereka dapatkan harus benar-benar tersampaikan dan tersaring dengan baik. Al hasil buatnya aku adalah orang pertama yang harus ditanya jika ada yang belum ia mengerti. Dan ternyata pola asuh ini pun bermanfaat buatku sendiri, karena aku pun menjadi termotivasi untuk selalu menambah ilmu untuknya.


Disiplin dan agama adalah faktor selanjutnya yang aku terapkan. Dengan disiplin ia dapat membagi waktunya dengan baik, dan dengan agama ia menjadi anak yang berakhlak baik. Bahkan jika tak mendapatkan medali ia tak mengapa asal ia sudah berusaha secara maksimal. Dengan ini pula telah menghantarkan padanya dua kesempatan beasiswa yang diberikan sekolahnya untuknya. Medali adalah symbol yang memacu seseorang untuk lebih berprestasi lagi. 

#30day writing challange #jilid9 #squad1 #day13

Sunday, 22 October 2017

Niqob

Alasanku memakai niqob adalah ingin mendapat rahmat nya ALLAH. Sunnah buatku adalah sesuatu yang apabila tidak dikerjakan maka merugilah aku. Ilmu agamaku memang tak banyak, tapi setiap ilmu yang aku tahu, kuusahan untuk mengamalkannya. Dan mengaplikasikannya pada anak-anakku.

Niqob memang kontroversi. Bahkan dikalangan umat Islam sendiri. Niqob itu Sunnah muakadah. Bahkan ada ulama yang mewajibkannya. Niqob itu sendiri menjaga wanita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti di goda laki-laki. Mengapa aku memutuskan memakai niqob? Karena berbagai pengalaman yang ku temui. 

Seperti saat itu disebuah pusat perbelanjaan, aku baru saja turun dari kendaraan. Kukenakan gamis dan hijab syar’i. Gamis yang ku kenakan longgar, sesuai syariat Islam. Di kananku ku tuntun si bungsu yang saat itu berusia 4 tahun. Alangkah terkejutnya aku saat itu ada yang berikan suitan untukku. Dan lebih terperangah lagi suitan itu dilakukan oleh seorang petugas polisi yang sedang bertugas di pos polisi. Yang kukenakan tidak ada unsur menggoda sama sekali, bahkan aku menuntun seorang balita. 

Lalu , di lain waktu tetanggaku yang sudah seperti kakak bagiku. Tak ku kira sama sekali suaminya mengirimkan pesan dan menggodaku. Sampai pada akhirnya kuancam dia jika masih tidak sopan padaku akan ku adukan pada istrinya.

Kejadian terulang lagi, kali ini suami dari sahabatku. Beberapa kali ia mengirimiku pesan, bahkan sampai dia menyuruh anaknya yang berusia 5 tahun untuk mengatakan bahwa ia menyukaiku. 

Rasanya sungguh tak masuk diakal. Apakah wajahku sedemikian menggoda para pria itu? Padahal berbicara saja aku tak pernah dengan para pria itu. Ini lah yang menjadikan aku memilih memakai niqob. Menghindari dari fitnah yang akan terjadi padaku. Dan seharusnya para wanita diluar sana senang. Bukan malah menghujat dan memberikan cap tertentu pada kami yang memakai niqob.


Cobalah berpikiran lebih logis wahai kaum hawa yang begitu mudah mencap kami. Kami hanya melindungi diri kami dan mencoba menjalankan Sunnah yang memang dianjurkan dalam agama kami.


#30DayWritingChallange  #jilid9 #squad 1 #day12

Saturday, 21 October 2017

Bubur Manado "ANTI PELET"

Siang tadi aku agak bingung mau masak menu apa ya ? Coba kita lihat ada apa sajakah isi dalam lemari es. Sepertinya enak juga kalau buat bubur manado. Tapi bubur manadonya ala diriku, yang menggunakan bahannya disekitaran rumah dan dapurku saja ya ^_^.

Ku ambil beras menggunakan gelas belimbing dua kali, gelas belimbing itu gelas bening yang biasanya dipakai untuk minum kopi di WARTEG. Cuci bersih berasnya lalu masukkan dalam panci dan beri 3 litter air, jika ada pakai air kaldu lebih enak. Kemudian beri sejumput garam dan penydap makanan alami.

Kutengok di lemari es ada jagung pipilan, kumasukkan setengah bungkus. Kira-kira 3 gelas belimbing. Serainya jangan lupa, dua batang saja yang di geprek dulu. Mari kita mulai menyalakan kompornya , jangan lupa di aduk terus ya.

Teringat masih ada daun kelor simpanan ku di lemari es, sengaja kukeringkan. Jadi bisa kupakai kapan pun akum mau. Sebab daun kelor begitu banyak manfaatnya. Bahkan ada yang mengatakan ini daun sakti. Ku masukkan daun kelor itu secukupnya, dengan kuremas saja untuk memudahkan merontokkan daunnya dari batangnya. Bahkan ada yang mengatakan daun kelor itu membuat seseorang yang pakai susuk bisa lepas susuknya, ada juga yang mengatakan tidak akan kena pelet jika kita makan daun kelor. Antara mitos dan ilmiah sama banyak nya berita si daun kelor ini

Terakhir kumasukkan 3 buah kimpul, yaitu umbi dari talas yang kadar gulanya paling rendah dari semua umbi yang ada. Makanya biasa digunakan sebagai camilan penderita diabetes. Dan ini ku dapat dari kebun belakang rumah. Kenapa aku pakai kimpul? Karena nanti saat bubur sudah matang jadinya akan lembut dan enak sekali. Eh, tunggu dulu masih ada sepotong labu kuning. Sekalian saja aku masukkan, sayang nanti kalau tak termakan.

Aduk-aduk terus sampai matang, kira-kira 30 menit. Dan sambil menungu matang, siapkan bahan buat sambalnya. Mungkin buat sebagian orang ini sambal tidak pedas, karena aku tidak suka pedas. Sambal ala diriku menggunakan dua buah tomat ukuran sedang, 7 buah camai merah yang keduanya aku goreng sampai layu. Angkat, lalu tambah gula dan garam sesuai selera dan di blender. Jadi deh .. tinggal ditata dan siap dinikmati. Bubur Manado “Anti Pelet” dan anti berenti makannya kalau belum habis ^_^. Selamat menikmati ..







#30DayWritingChallange #Jilid9 #Day 10

Friday, 20 October 2017

Jujur

Akh jujur saja… andai bisa bilang langsung padamu, jika aku lebih suka di telpon dengan waktu yang cukup lama setiap harinya dan sesering seperti awal kita berkenalan. Hal itu malah membuatku ketagihan berbicara denganmu. Bahkan pingin berjumpa denganmu. Aku tidak bosan kok. Walau aku tahu kamu sibuk. Semoga saja dihatimu hanya sibuk akan diriku saja.

Tapi .. sepertinya kamu terlalu mendengarkan masukan dari temanmu itu. Jangan terlalu sering telpon kata temanmu itu. Padahal aku kan bukan temanmu, dan temanmu juga bukan aku. Aku ingin mengetahui kamu lebih banyak dan ingin mengenalmu lebih dalam. Karena aku type orang yang penasaran. Juga ingin melihat saat matamu berbinar membicarakan sesuatu. Bahkan mungkin nada bicara yang berapi-api karena semangat.

Unik nya berhubungan dengan mu. Lain dengan yang lain. Baru kutemui laki-laki seperti dirimu.

Maaf jika malam ini aku berlebihan mencari perhatianmu. Ku tutup telpon darimu dan berpura-pura marah. Aku hanya ingin tau reaksimu saja. Namun, tak kusangka respon bicaramu seperti itu. Dan aku mulai memahami kamu. Dan entah kenapa aku malah makin menyukaimu. Padahal aku takut terlalu sayang padamu. Dan jujur saja, sepertinya “iya” aku sudah terperangkap dalam cintamu.

Rasanya aku sudah tak bisa lagi berpaling ke lain hati lagi. Akal ku pun kalah dengan hatiku. Hati yang berbicara. Aku sayang kamu … dan kupersembahkan ini untukmu yang jauh dari pelupuk mataku namun selalu dihatiku.


#30DayWritingChallange #Jilid9 #Suad1 #Day10

Thursday, 19 October 2017

Quality time

Waktu menjemput pulang sekolahpun tiba, ku jejakkan kakiku di lapangan parkir sekolah anak kesayanganku. Seperti biasa setibanya di depan kelasnya ia pun berlari menghampiriku untuk memberikan pelukannya dan memberikan pipinya untuk di kecup olehku. Setelah memakai sepatunya ku genggam jari jemari kecilnya. Selalu senang menatap wajahnya yang selalu tersenyum ceria. Ia adalah anak yang menyenangkan bagi siapa pun yang melihatnya.

Kami pun menaiki mobil. Saat kendaraan mulai melaju, ia pun mulai berceloteh. “mommy .. disekolah, akhwatnya, ustadzah-ustadzah, bahkan temanku yang ihwan ku suka menjembel pipiku” katanya sambal tersenyum. Tandanya ia tak keberatan. Karena senyumannya masih tersungging manis di raut mukanya yang menggemaskan.

“Tidak apa-apa sayang, itu tandanya ade anak yang sholeh dan berahlakul karimah yang baik. Sehingga semua orang senang sama ade. “ ku lirik wajahnya. Ia pun kembali tersenyum. “benarkan yang mommy bilang sayang?” tanyaku padanya. Ia pun mengangguk sambal  mengembangkan senyum senangnya.


Bagiku perjalanan pergi dan pulang sekolah adalah waktu yang baik untuk quality time bersama anakku. Selain obrolan positif yang berisi nasihat dengan penyampaian santai, juga sambal mengulang pelajaran yang akan dibahas hari ini atau pun yang tadi di dapat di sekolah.
Dan ini salah satu strategy yang tepat. Karena tanpa disadari anak-anak mengulang pelajarannya. Sehingga setiba di rumah mereka tak perlu belajar lagi. Biar mereka menikmati waktu mereka, yaitu bermain.

Memberikan opini pada anak haruslah bermuatan kata-kata yang positif. Karena dengan demikian anak akan menjadi lebih percaya diri dan mudah bergaul. Bahkan tanpa disadari pola piker anak akan terbentuk dengan baik.
Pola didik ini pula yang membuat aku mesti berwawasan luas, karena bagi anakku mommy nya yang paling tahu segalanya. Hingga jika ada keraguan di hati dan pemikiran mereka, orang pertama yang mereka cari adalah mommynya…  jadi , sudahkan anda membangun quality time anda bersama buah hati?


#30Daywritingchallange #Jilid9 #Squad1 #day9

Wednesday, 18 October 2017

Lemah lembut

Sebulan yang lalu aku mendapatkan teror yang isinya alhamdulillah nikmat sekali indah kata-katanya. Awalnya sikapku masih cuek , tinggal di hapus saja beres deh pikirku. Ternyata si peneror malah penasaran .... dan kembali berulah.

Sebelumnya si peneror ini beberapa bulan sebelumnya memang pernah meneror juga. Dan ini sudah kali ke 5 si peneror ini melayangkan kata-kata indahnya, maka aku pun mengambil sikap .

Jujurnya penasaran juga sih ... kenapa meneror ku? dan mau apa sebetulnya?. Maka ku tanyakan lah padanya. Namun si peneror malah tambah panas, bahkan sampai berapi-api. Seakan-akan dari telinga dan bagian kepala atas si peneror mengeluarkan asap yang mengepul .

Kemudian ku ingat akan kajian senin kemarin di masjid Andalusia sentul. Waktu itu ustazahnya menceritakan bagaimaka sikap Rosullullah yang lemah lembut saat menghadapi orang-orang yang mencercanya. Terngiang juga bagaimana Ustazah tersebut bilang, jika ingin menjadi muslimah yang baik maka tirulah segala sikap Rosullallah sebagai tanda cinta kita kepada Rosullallah. Rasanya mengingat ucapan ustazah tersebut membuat hatiku tersentil.

Maka aku pun mulai menjawab teror-teror tersebut dengan lembut. Ku katakana pada si peneror  “memang ga cape ya marah-marah aza?” dan ku ingatkan terus ke arah agama dengan cara yang sangat santun.

Alhasil si peneror pun melunak, maka aku pun melontarkan pujian. “Nah ... gitu donk geulis, kalau gitu kan enak”. Perlahan si peneror pun melunak dan meminta maaf atas segala kekasaran kata-katanya. Bahkan sampai sekarang kami menjadi teman baik.
Pengalaman seperti ini adalah kali ke dua yang ku alami. Masya allah indahnya akhlak Rosulullah yaa ... baru aza aku sedikit meniru sikap nya. Keajaiban yang datang sudah sungguh luar biasa.

Ternyata senjata paling tajam dan mematikan adalah bersikap lemah lembut dan akhlak yang mulia. Seperti tetesan air yang melubangi batu dan selembar kertas yang bisa menyayat kulit. Bahkan hati orang yang sekeras baja pun bisa kita lunakan dengan sikap ini.

Jadi , mari kita terapkan sikap lemah lembut dan akhlak yang mulia pada kehidupan kita. Karena Ihsan adalah tingkatan tertinggi dari manusia yang mencakup hati dan perbuatan yang teraplikasikan dengan Iman dan Islam.




#30DayWritingChallange #Jilid9 #Squad1 #Day8