My Blog List

Thursday, 2 November 2017

Niat baik

Kulihat buku tabunganku sekali lagi. Memperlihatkan kegalauan hati ku. Akan kah ku gunakan uang ini atau tetap ku simpan sebagai bekal untuk masa depan anak-anakku kelak? Aku punya cita-cita pergi umroh bersama mereka. Dan aku ingin saat mereka dewasa kelak, mereka dapat berkata bahwa mereka pertama kali pergi umroh bersama mommy nya di kala mereka masih kecil. Aku ingin mengukir kenangan yang indah bersama mereka. Tapi disisi lain aku takut, uang yang ku kumpulkan ini jumlahnya tak akan sama lagi. Padahal ini adalah tabungan untuk masa depan mereka.

Rasa bimbang itu datang lagi, menghantuiku. Ku pejamkan mata sesaat, lalu secepat kilat ku putuskan, kita berangkat tahun ini. Rezeqi pasti datang lagi, apalagi ini untuk ibadah dan kebaikan pikirku. Dan tanpa pikir panjang lagi ku kabari pihak travel. Yang kuyakin saat ini hanya satu yaitu janji Allah itu pasti ditepati, jadi aku tak perlu takut. Bukankah Allah berjanji, barang siapa yang mendekati nya selangkah maka Allah akan berlari mendekatinya. Dan barang siapa mencari akhirat maka dunia akan mengikutinya? Cukup itu saja yang membulatkan keyakinanku untuk memantapkan keputusanku.

Tanpa di duga pihak travel yang memang adalah milik temanku memberikan potongan yang tak pernah kukira. Alhamdulillah … kataku dalam hati, niat baik memang harus segeras dilaksanakan, buktinya Allah langsung memberikan kemudahan bagiku.

Ku beritahukan kabar gembira ini pada anak-anakku. Mereka senang tak terkira. Cerita-cerita yang selama ini ku kisahkan akhirnya bisa mereka lihat langsung nanti. Yakin kepada Allah adalah kunci kita melangkah untuk melakukan kebaikan, ion positif pasti akan berdatangan dengan sendirinya bagaikan magnet alami. Jadi, jangan pernah takut untuk melakukan hal baik, segera lakukan. Jangan mau dikalahkan oleh kebimbangan yang datangnya dari syaiton. Mau menang? Selalu yakin akan Allah bersama kita.


#30DayWritingChallange #Jilid9 #day23 #squad1

Wednesday, 1 November 2017

Nenden


Ayahku berasal dari daerah Sumedang dan ibuku berasal dari daerah Rangkasbitung yang keduanya adalah daerah dataran sunda. Cinta mereka pun tumbuh dan bersemi dikota Bogor. Dan lahirlah aku si bungsu kesayangan dari lima bersaudara keluarga pribumi tataran sunda ini. Samapai namaku pun memiliki nama alias, atau nama sapaan khusus.

Nenden , adalah nama sapaanku dalam keluarga. Nama Nenden berasal dari kata “Neng” dan “aden”. Yang memiliki arti nona muda yang harus selalu dilayani secara istimewa, karena sayang yang luar biasa dari keluarga untuk sang nona muda ini.

Tapi aku tidak seluruhnya memiliki ciri orang sunda seperti yang disebutkan dalam lagu panon hideung. Mataku sipit, bahkan waktu kecil tidak memiliki kelopak mata, dan mataku pun berwana coklat bukan hitam. Selebihnya ciri-ciriku sama dengan yang disebutkan dalam lagu. Yaitu hidung mancung dan kulit kuning.

Dalam keluarga ku budaya sunda sangat dipertahankan. Terutama sopan santun dalam kehidupan sehari-hari. Di mulai dari tatanan Bahasa, dalam Bahasa sunda ada beberapa tingkatan kehalusan Bahasa. Makin berumur lawan bicara kita maka makin halus juga Bahasa yang digunakan pada orang tersebut. Demikian juga bila lawan bicaranya memiliki pendidikan/pengetahuan lebih tinggi baik formal maupun non formal , di prioritaskan untuk disopan santuni. Sehingga kami yang lebih muda pun terbiasa dalam berbicara sangat berhati-hati.

Sikap ramah tamah juga sangat diterapkan, mungkin ini juga yang menjadikan Indonesia terkenal sebagai orang yang ramah tamah. Karena kebiasaan yang dijalankan terus menerus, pada akhirnya akan menjadi sumber tatakrama.

Bahkan gerak tubuh pun sangat diperhatikan. Karena gerak tubuh pun bisa berbicara, menghargai atau tidak nya seseorang terhadap orang lain di lingkungannya. Dan kebiasaan ini sudah diterapkan semenjak kami kecil dengan dicontohkan orang tua kami.

Jadi, mari kita kembalikan budaya Indonesia yang ramah dengan mengaplikasikan tata karma dari masing-masing daerah.

 

#30DayWritingChallange #jilid9 #squad1 #day22

 

 

Tuesday, 31 October 2017

Titik terang (1)

Tiitik terang itu sepertinya mulai muncul perlahan. Perlahan tapi pasti. Jalinan rasa yang pernah pias, tak akan bisa menghapus jalinan ikatan batin yang terjalin karena ikatan darah. Yaitu hubungan darah antara orang tua dan anaknya. Jangankan manusia, hewan pun rasanya saling mengenali antara anaknya atau bukan.

Terlebih lagi kaum laki-laki yang biasanya mendambakan keturunan yang berjenis kelamin sama dengan mereka. Yaitu anak laki-laki, yang menguatkan garis keturunan mereka.

Hak dan kewajibannya memang belum ia penuhi, bahkan belum ia perlihatkan. Namun, sudah terbersit dalam hatinya ingin bertemu dengan anak-anaknya saja sudah merupakan hal yang patut aku acungi jempol. Beruntungnya kamu karena aku selalu memberikan gambaran yang baik tentangmu pada anak-anak kita. Walaupun kamu selalu berprasangka buruk padaku. Tidak menjadi persoalan buatku. Karena bagiku pandangan baik anak-anak akan orang tua mereka itu penting.

Khayalku pun melambung, mereka bergi bergandengan tangan untuk sholat jum’at. Itu saja, sudah mencakup banyak aspek menurutku. Contoh teladan terbaik dari sisi seorang ayah terhadap anaknya. Dan semoga saja dapat segera teralisasi pada kenyataannya.

Ini adalah kisah yang harus segera diukir dengan ukiran lembut keindahan. Sehingga tidak akan timbul kata terlambat untuk memperbaikinya. Ukirannya harus perlahan dan indah karena menyangkut perasaan seorang anak yang sempat bingung karena hilangnya sosok figure seorang ayah. Ayah yang dulu sempat menghilang bagai ditelan bumi, Dan kini mulai merindukan anak-anaknya bagaikan baru saja terbangun dari tidur lelapnya yang panjang.


#30DayWritingChallange #Jilid9 #Squad1 #day21

Monday, 30 October 2017

Kopi


Dari kopi kita dapat belajar, bahwa rasa pahit pun bisa kita nikmati. Karena manusia di dunia ini tidak mungkin selalu dalam keadaan bahagia (menyenangkan), bahkan pada suatu hari dia bahagia dan suatu hari yang lain ia akan mendapati masa-masa sedih. Jadi, dinikmati saja setiap teguk kopi yang kita rasakan.

Karena kopi pahit itu bermanfaat untuk kesehatan jantung. Tentu saja dengan catatan tidak terlalu sering mengkonsumsinya. Karena segala sesuatu yang berlebihan, apapun itu akan membawa dampak yang tidak baik.

Kopi adalah minuman istimewa yang disuguhkan untuk kalangan tertentu. Seperti halnya permasalahan dalam hidup, kepahitan yang datang itu adalah disuguhkan pula untuk orang yang istimewa. Karena Tuhan tahu bahwa kalian lah yang mampu melewati permasalahan tersebut. Tinggal kalian saja menjawab tantangan permasalahan tersebut, mau dilewati dengan baik atau tidak. Sehingga kalian dapat menikmati setiap teguk pahitnya permasalahan dengan sisi yang positif.

Bahkan ampas kopi pun bermanfaat dan bisa digunakan untuk masker wajah. Yang  bisa juga kita aplikasikan pada kenyataan hidup, yaitu jika kita dapat melewati pahitnya setiap teguk permasalahan hidup kita, maka akan terpancar melalui wajah kita. Wajah yang tangguh, tenang, sabar dan ikhlas.

Dan ampas kopi pun juga dikatakan sangat baik untuk mengencangkan wajah, sehingga meningkatkan kekencangan kulit. Hingga menjadikannya lebih mudah terawat. Jika kembali dikaitkan dengan permasalah hidup pun ini sangat pas. Karena dengan permasalahan yang datang membuat kita lebih banyak beristigfar, yang mana membuat pergerakan pada wajah kita sebagai senam wajah. Dan pada bagian mulut kita akan menghasilkan air liur yang baik sekali untuk mulut kita, yang berkaitan dengan kesehatan lambung.

Jadi … meneguk kopi pahit? Siapa takut. Mari nikmati setiap teguknya dengan bismillah.


#30DayWritingChallange #Jilid9 #Squad1 #Day20 

Saturday, 28 October 2017

Potensi

Setiap insan memang memiliki sisi positif dan negatif. Tinggal bagaimana kita meminimalisir sisi negatif nya saja. Dan mengembangkan sisi positifnya. Walau terkadang lebih mudah menjalaninya untuk diri sendiri jika dibandingkan kepada orang lain. Karena kesadaran orang yang berbeda. Dan yang paling mengetahui kebutuhan akan diri kita adalah kita sendiri.

Padahal dari segi ke egoisan seseorang, hampir smua orang senang akan dipuja dan dipuji. Dan semua orang juga senang mendengar kabar gembira. Namun, ada juga segelintir orang yang senang menjual akan penderitaannya. Tanpa mereka sadari, orang akan berada pada titik jenuh mendengarkan keluh kesah mereka.

Sebetulnya keluh kesah akan penderitaan mereka itu bisa dijadikan sisi positif. Misalnya saja mereka tuangkan segala resah gelisah yang mereka rasakan itu pada tulisan. Karena terkadang orang hanya membutuhkan tempat untuk mencurahkan rasa yang dirasakan nya saja. Boleh jadi dari tulisan yang ia tuangkan, akan mengalir solusinya, sehingga ia menemukan jawabannya sendiri. Dan bila ia tuangkan dalam tulisan tersebut maka akan bermanfaat juga bagi orang lain yang membacanya.

Jangan malu, atau tidak percaya diri dengan tulisanmu. Tulisan yang disampaikan dari hati akan sampai pada pembacanya. Tulisan tidak selalu harus melalui riset ilmiah, bisa juga dengan pengalaman diri atau pengalaman sekitar kita. Hanya saja ada beberapa kaidah dalam penilisan yang harus diperhatikan.

Bahkan jika dirasa pengalaman nya agak sedikit kurang menarik, bisa disisipkan fiksi didalamnya. Sehingga menjadikan imajinasi sang penulis bermain. Apa yang dialaminya bisa menjadi apa yang diinginkannya sesuai imajinasinya. Dan hal ini bisa menjadi solusi baginya dalam menghadapi permasalahannya. Bahkan dapat menjadi obat bagi pembacanya.

Ini pula lah yang bisa menjadikan potensi baru bagi seseorang. Hal negatif dijadikan positif adalah ide yang sangat cemerlang. Ide cemerlang menghasilkan jiwa yang sehat. Jadi, mari kita gali potensi kita. Kembangkan terus kearah sisi positif. Jadikan diri kita sebagai individu yang memiliki kualitas unggul diantara begitu banyak sisi negatif yang ada pada diri kita masing-masing.


#30DdaywritingChallange #Jilid9 #Squad1 #Day19

Cinta

Waktu menunjukkan pukul 21.00 WIB, tiba-tiba saja masuk pesan melalui aplikasi whatsapp. 
Kulihat .. ternyata voice massage. Ku tekan tombol play, “sayang … sayangku sudah bobo?” isi pesan tersebut. Yang kontan saja membuat wajah ku tersipu malu dan merona. Simple memang, namun berjuta makna buatku. Ku balas “belum”, lalu dia kembali mengirimkan pesan untukku ”Cuma mau bilang, I love you”. Duh … rasanya makin merona saja wajahku ini, dan tubuh ini seperti melayang menuju atap kamarku saja. Rasanya aku akan mimpi indah di malam ini karenanya.

Perhatiannya akan hal-hal kecil itulah yang membuatku luluh. Sopan santunnya membuatku merasakan kenyamanan. Apalagi aku adalah orang yang sangat mengutamakan sopan santun. Bahkan diagama pun dikatakan utamakan orang yang memiliki sopan santun setelah itu baru yang memahami agama. Bukan sebaliknya, memahami agama dahulu baru memiliki sopan santun.

Dilain waktu dia mengirimiku pesan yang isinya “sabar sayang, orang sabar disayang ayang nya”. Sekilas memang terdengar gombal sekali. Namun penempatan kata yang ia berikan padaku tepat sekali disaat aku membutuhkan rasa nyaman dan tenang akibat kegalauan hatiku

Bahkan ia tak mau aku merasakan kepanikan dan kecemasan, jika aku sedikit saja ada yang mengganjal di hati ini maka ia akan langsung berkata ” ceritakan padaku”. Dan ia pun akan mendengarkan aku berbicara hingga selesai tanpa menyelak ucapanku sedikitpun. Bila dirasa aku sudah merasa lega dengan segala yang kurasakan, maka ia pun akan mengakhiri telponnya.

Cinta adalah sikap kita terhadap pasangan dan cinta tumbuh dari hal yang kecil. Maka cinta itu pula yang akan kokoh sekokoh akar tanaman yang menjulur kuat ke tanah sehingga pohonnya pun akan berdiri tegak dan tak mudah diterpa angin.


#30DayWritingChallange #Jilid9 #Day18 #Squad1

Friday, 27 October 2017

Curhat

Aneh rasanya … hampir setiap orang yang berjumpa denganku selalu menceritakan curahan hatinya padaku. Sampai aku pun merasa bingung. Apa raut wajahku seperti seseorang yang dapat memenuhi semua curahan hati orang kah? Karena ada beberapa orang yang berkata, mereka senang membicarakannya padaku karena aku terlihat hidup tanpa beban dan selalu bahagia. Senang saja jika dikatakan demikian, walaupun semua orang pada dasarnya pasti memiliki masalah dalam kehidupannya.

Dering telpon selular ku berbunyi , “say .. aku mau curhat donk” . dimulai dari jam 9 malam hingga aku berkata “ say, besok aku harus antar anakku sekolah ini sudah jam 1.30 dini hari”. Esoknya bertemu teman, hal yang sama terjadi. Sampai malam nya pun terjadi pula. Dan dari balik telpon itu pun ia berkata, “orang akan selalu senang berbicara denganmu say … karena kamu orang yang terbuka, sehingga lawan bicaramu pun dapat berlaku yang sama padamu.” Hmm, ternyata sepertinya ini alasannya.

Jujur saja, alasanku sebetulnya hanya satu. Janji Allah yaitu barang siapa yang membantu urusan saudaranya maka Allah pun akan membantu urusanmu. Dan itu terbukti benar adanya.

Jangan mengharapkan balasan dari yang kita berikan pertolongan. Karena pertolongan itu sendiri akan datang pada kita dengan hal yang tak kita duga. Dan kecenderungan orang saat ini adalah butuh seorang pendengar yang baik. Karena tak jarang saat ini yang terjadi adalah si pendengar malah terlalu ikut campur bahkan sampai  menasehati yang memberikan permasalahannya. Padahal, terkadang mereka tak membutuhkan jawaban. Mereka hanya membutuhkan pendengar yang baik.


#30daywritingchallange #jilid9 #squad1 #day17